
Salam! Tertulis di sini sumpah bahwa akun ini dan karakter Abel Harsa Atmajaya tertulis sebagai karakter orisinil buatan penulis. Adapun klaim wajah dan media yang digunakan hanyalah visualisasi yang dipinjam demi jalannya kisah, sehingga tidak berelasi apapun dengan pemilik klaim wajah dan media. Adapun cerita yang diangkat tidak menyinggung dunia nyata. Dan bila ada kesamaan nama, tempat, dan latar belakang merupakan kebetulan semata.... Akhir kata, semoga kisah Abel tidak dianggap terlalu serius!
| TERTULIS OLEH K. | ALL PRONOUNS | LEGAL AGE (21+) | GMT+7 |
001 : BAHASA YANG DIGUNAKAN. Bahasa yang kami gunakan adalah Bahasa Indonesia dan English. Bilamana berkenan untuk berinteraksi dengan kami, dipersilakan untuk memulai interaksi dengan bahasa yang kami tetapkan, dan kami sangat menerima ajakan menulis dalam kedua bahasa yang telah disebutkan.
002 : TIDAK DIPERKENANKAN METAGAMING DAN GODMODDING. Penulis tidak mengargai adanya kegiatan METAGAMING dan GODMODDING, sehingga sangat tidak disarankan untuk melakukan demikian. Bilamana diharuskan dan terpaksa, dipersilakan untuk menghubungi penulis melalui pesan langsung dan berdiskusi terlebih dahulu. Mari saling menghargai sebagai sesama penulis!
003 : TIDAK DIPERKENANKAN PLAGIARISASI DAN PENGGUNAKAN GENERATIVE AI. Penulis sangat tidak mentolerir adanya tindak plagiarisasi dan penggunaan Generative AI dalam menulis bersama. Kami tidak sungkan-sungkan mengecam tindakan ini, dan akan langsung melayangkan blokir. Jangan begini ya, marilah kurangi penggunaan teknologi yang tidak etis bagi media kreatif.
004 : MENGENAI RELASI. Untuk saat ini, Abel hanya membuka relasi non-krusial dan belum menerima relasi krusial lainnya. Bilamana tertarik untuk menawarkan relasi non-krusial (sebagai contoh: teman, sahabat, rekan kerja, dan lain sebagainya), kami akan sangat menghargai niat baik teman penulis!
Sebagai informasi tambahan, Abel bekerja di bidang FnB (belum ada kesepakatan pasti mengenai bidang apa, namun dalam bayangan kami adalah coffee shop kecil di pinggir jalan).
Abel juga tinggal di kos-kosan khusus pria dan sudah lama tinggal di kota ini sebagai anak rantau.
005 : CATATAN LAINNYYA. Kisah ini masih dalam banyak perbaikan dan tahap perkembangan. Adapun kisah selengkapnya akan dilengkapi selagi kisah berjalan secara individu maupun dengan relasi yang sudah ditentukan. Jika ingin menulis bersama dengan Abel, jangan sungkan untuk berdiskusi dengan penulis!
carrd template by zero @ elv1raes.tumblr.com.
| NAMA LENGKAP | ABEL HARSA ATMAJAYA |
| UMUR | 22 TAHUN |
| TANGGAL LAHIR | 22 FEBRUARI 2003 |
| TEMPAT LAHIR | SIDOARJO, JAWA TIMUR |
| jenis kelamin | pria |
| GOLONGAN DARAH | AB+ |
| OKUPASI | SERBA-SERBI |
| TINGGI BADAN | 187 CM |
| orientasi seksual | demisexual |
| KLAIM WAJAH | PHAINON (hsr) |
| strength. | ◆◆◆◆◆◆◇◇◇◇ |
| stamina. | ◆◆◆◆◆◆◆◆◇◇ |
| stealth. | ◆◆◇◇◇◇◇◇◇◇ |
| smarts. | ◆◆◆◆◆◇◇◇◇◇ |
| sarcasm. | ◆◆◆◇◇◇◇◇◇◇ |
| sass. | ◆◆◇◇◇◇◇◇◇◇ |
| EXTROVERTION. | ◆◆◆◆◆◆◆◆◇◇ |
| JUDGEMENT | ◆◆◆◆◇◇◇◇◇◇ |
| charisma. | ◆◆◆◆◆◆◇◇◇◇ |
| sociability. | ◆◆◆◆◆◆◆◆◇◇ |
| style. | ◆◆◆◆◆◇◇◇◇◇ |
| FAKTA KECIL-KECILAN |
Abel adalah anak pertama dari empat bersaudara. Abel punya satu adik perempuan dan dua adik laki-laki.
Abel adalah lulusan Universitas Negeri dari jurusan Administrasi Bisnis, dan ia lulus di tahun 2025. Ia tidak mengikuti wisuda sejak kelulusannya karena dirasa tidak ada yang bisa menyanggupi menghadiri kelulusannya.
Buta warna parsial, jadi Abel kesulitan membedakan warna merah. Jangan tanya apa warna bendera Indonesia, dia dulu menyangka bendera Indonesia itu cokelat-putih.
Abel sudah merantau sejak SMA, terhitung tujuh tahun di kota orang.
Abel cenderung kurang suka makanan manis, namun sangat mentolerir semua cemilan atau minuman yang ada rasa vanila.
Senang memakai kalung ketat dan atasan turtle neck, dan pakaian nyaman untuknya adalah pakaian yang lebih besar dan longgar di tubuhnya.
Memakai kacamata lensa minus untuk membaca dan bekerja.
Tertulis di sini, seorang yang mulai lupa rasa garam di rumahnya, yang berganti tahun tak lagi berkunjung, dan puluhan telepon yang terlewatkan.
MASA LALUNYA ... Lahir dan besar di kota kecil dengan lingkungan bersahaja, Abel besar dengan semangat berpetualang sejak belia. Jika teman-temannya hanya berani mengarungi desa tempat tinggal mereka, Abel berani mengarungi kecamatan berbeda modal berjalan kaki. Energinya yang kelewat melimpah ini membuatnya sulit dikekang dan ditangani oleh kedua orang tuanya, hingga mereka perlahan-lahan menyerah dengan tingkah Abel. Tetangga mengenalnya sebagai si Belang, atau Abel Petualang. Selalu paling banyak tingkah dibanding adik-adiknya, selalu yang dibiarkan bermain oleh orang tuanya hingga matahari terbenam.Gejolak pertama yang mengubah kehidupannya yang penuh semangat adalah kepergian Ibu. Kala Ibu meninggal di umurnya yang masih kecil dan meninggalkan Abel serta ketiga adiknya, rumah tidak pernah lagi sama. Abel terpaksa belajar untuk membagi waktu antara sekolah dan membesarkan ketiga adiknya. Satu-satunya orang dewasa yang mereka panggil Bapak ternyata bukanlah orang dewasa yang siap mengemban tugas membesarkan anak secara penuh waktu. Abel diberi tanggung jawab yang besar untuk umurnya yang masih kecil. Dan jalanan yang semula ramai dengan langkah kaki dan cekikik tawa Abel perlahan-lahan kehilangan pesonanya.Bertambah umur membuatnya semakin mendamba kehidupan sendiri; pergi jauh dari sini, mencoba kota besar, menjadi seorang yang punya cita-citanya sendiri. Abel berjuang keras mencari beasiswa kesana-kemari di Ibukota, agar bisa melepaskan kehidupan lamanya dan mengemban hidupnya sendiri. Bermodalkan nekat dan doa tidak ikhlas dari Bapak, ia lantas memulai langkah pertamanya di kota orang. Bernapas, berjuang, lalu berlari. Begini cara Abel bertahan hidup dalam kesendiriannya. Terkadang tangis menemani, kadang sakit yang ia telan sendiri.Ini kisahnya; tentang seorang pemuda yang mulai kehilangan arah pulang dan tidak lagi mengingat matahari yang terbenam jauh di ujung sawah tetangganya.
TIDAK ADA KISAH SEDIH UNTUK HARI-HARI SELANJUTNYA ... Dewasa ini, hanya ada Abel yang masih punya banyak energi untuk melaju walau diterpa rintangan lowongan kerja yang selalu mempermainkan hati dan semangatnya.